Suami terbaik
Engkau lah suami terbaik dalam segala aspek baik dimata ku maupun dimata tuhan
(simulasi tulisan - HANYA jika aku pergi dengan tiba tiba - maka bacalah tulisan ini)
Untuk suamiku tersayang,
Jika kau membaca tulisan ini, itu artinya aku tak berhasil mewujudkan impian kita.
Aku menulis ini tepat di bawah tumpukan selimut tebal yang membungkus tubuhku yang mulai membeku di dinginnya udara malam – kau tahu lah, semacam cara jitu ku di dalam menunda rasa sakit yang selama ini selalu mendera dan membuat ku menderita – dan atas hal ini atas inisiatif yang cerdas dan bijaksana dalam pemikiranku, tidak biasanya.. di saat insomnia seperti inilah aku menuliskan sepucuk surat cintaku untuk mu, semoga kau masih sempat untuk membaca nya.
Kuharap tulisan ini tak pernah sampai padamu, tapi jika ya; maka aku ingin kau tahu bahwa bertemu denganmu dan mencintaimu adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku.
Ya, ya, aku tahu, klise sekali, huh?
Tapi selama ini aku tak pernah bertemu seseorang yang begitu berarti bagiku.
Aku senang dulu aku memutuskan untuk memiliki inisiatif menyambung tali silarturahmi yang telah lama terputus antara engkau dan aku, dan kembali menyapa lewat sapaan maya di jejaring sosial kepadamu.
Kau membuat semua jadi lebih indah, jauh melampaui kata-kata.
Kau mengajariku arti mencintai dengan tulus apa adanya..
Aku minta maaf karena aku tak bisa memelukmu erat dan menciumimu sesuai janjiku kepadamu, namun ketahuilah, aku selamanya milikmu – sudah begitu sejak pertama kali kita bertemu.
suamiku,
sesungguhnya.. menikah dengan mu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku
mencintaimu adalah titian iman yang kudampa sepanjang hayat ku
aku mencintai mu dan menyayangimu setulus dan seikhlas hati takdir ilahi
suamiku,
melayani mu dalam hari-hari ku adalah titah tuhanku padamu
aku ingin melahirkan keturunan yang adil dan cantik darimu
dan suamiku, maafkanlah aku.. jika aku banyak salah kepadamu..
Suamiku..
Mungkin dengan menulis tulisan ini membuatku bersedih, akan tetapi aku tahu ini tak akan ada bandingannya dengan perasaanmu saat membacanya...
Aku senang kau memiliki banyak kawan, dan akupun sangat yakin jika mereka akan membantumu untuk melalui semua ini.
Aku tahu akan sangat berat bagimu, tapi aku ingin kelak kau bahagia.
Jangan mengingatku dalam kenangan yang pahit ini, ingatlah aku dalam kenangan indah yang kita lalui bersama.
Tersenyumlah saat mengingatku karena aku ingin jadi bagian yang indah dalam hidupmu untuk selamanya..
Aku mencintaimu.
Akan selalu dan selamanya.
Istrimu tersayang,
Carella

0 komentar:
Posting Komentar