Berapa kali kau berharap bahwa saat terbangun dari tidur dan membuka mata, kau sudah menjadi seseorang yang sama sekali berbeda? Seberapa sering kau berharap bahwa kau bisa menghapus seluruh ingatanmu selamanya?
Atau... pernahkah kau merasa saking frustasinya, berpikir untuk bunuh diri saja dan berdoa bahwa reinkarnasi itu benar-benar ada?
Rasanya, mungkin sangat wajar untuk memikirkan hal-hal seperti itu jika kau sudah hidup untuk waktu yang singkat namun menderita dan teracap sering kecewa dalam jangka waktu yang lama oleh orang yang sering kau beri rasa "percaya".
Timbunan kenangan akan hal-hal yang baik maupun buruk, masalah yang selalu datang dan pergi, rutinitas kehidupan yang semakin lama terasa semakin membosankan. Siapapun pasti akan pernah merasakan titik jemu dimana kau mulai merasa bingung untuk apa sebenarnya kau menjalani hidup ini.
Aku memikirkan hal-hal itu hampir setiap hari, setiap waktu.
Saat akan tidur, saat menghitung detik-detik menjelang berakhirnya tugas keseharian, atau bahkan saat singkat menunggu loading halaman jejaring sosial atau situs-situs pencarian.
Aku tanpa sadar terus memikirkannya hingga akhirnya merasa terlalu stress dan mencari cara untuk bunuh diri; sebelum sadar bahwa apapun yang kulakukan, aku tak bisa mati. (untuk saat ini)
Hey,
Jangan memandangku dengan tatapan aneh begitu.
Aku adalah seorang wanita biasa; selama masih ada cinta yang tumbuh dari dalam lubuk hati, aku tak akan mati.
Suatu hal yang akhir-akhir ini mulai kubenci, bukan kusyukuri.
Menjadi orang yang nyaris kebal sakit hati bukan suatu hal yang menyenangkan memang, atau seperti yang biasa kalian tonton di film-film televisi.
Jika kalian mau untuk merasakan sebentar menjadi "aku" dan perjuangan hidup dalam menemukan cinta sejatiku.
Mungkin.. mati adalah sebuah pilihan yang terdengar lebih menyenangkan untuk dijalani.
Tentu saja tidak semua pengalaman hidupku menyebalkan.
Ada banyak juga saat-saat dimana aku merasa memiliki kehidupan terbaik yang pernah ada.
Saat pertama kali aku mengenal perasaan jatuh cinta.
Dimana saat aku memeluk erat seseorang yang aku cintai, saat aku dapat merasakan sentuhan hangat yang mendarat di bibir mungilku ini, yang menjadi pertanda bahwa dia menyayangiku. maka saat-saat seperti itulah aku hanya bisa merasa bahagia sesungguhnya.
Aku merasa sangat bangga, dilahirkan sebagai seorang wanita yang kaya akan cinta dengan rasa tulus tak terhingga.
Namun sekarang semuanya terasa begitu berbeda.
Saat bercermin, rasa-rasanya aku hampir tak mengenali siapa diriku.
sudah terlalu banyak fitnah, kebohongan, penghianatan, perselingkuhan, dan pencampakan yang aku terima dari orang-orang itu.
kekasih yang dulu sebagai pilihan hati ku.
Ironis memang. cinta yang membuatku tetap hidup, sekarang justru menjadi alasan bagiku untuk ingin mati.
Kurasakan bahwa mereka tak lagi mencintaiku. Orang-orang yang kukira bisa kupercaya untuk menjagaku, namun ternyata justru pelan-pelan menghancurkanku. Kesetiaan yang selama ini kuimpi-impikan, kini menjadi pedang bermata dua yang mulai melukaiku diam-diam.
Sakit.
Kadang kupikir, kehidupan dengan lelaki di masa kecilku tidak sesakit ini.
Meski pada saat itu keterbatasan ruang gerak dan mencintai lawan jenis hanya sebatas untuk ayah ku dan kakak lelaki ku, aku bisa merasakan bahwa sesungguhnya mereka sangat menyayangiku. mereka (lelaki di masa kecilku) menganggapku sebagai seseorang yang sangat berharga baginya.
Walaupun nyatanya, untuk saat ini..
Harga cinta yang kubayarkan terlalu mahal untuk apa yang pernah ia berikan padaku, aku tak akan pernah melupakan kesedihannya karena kehilangan diriku atas cinta di masa kecilku.
Tentu saja aku tahu kenapa.
Aku tidak tuli atau terlalu pelupa untuk tidak mengingat apa yang selalu mereka katakan kepadaku.
Mereka (masih) dengan tulus mencintaiku. mungkin, hingga akhir hayatku.
Ps; aku mencintaimu ayah, ibu dan kakak&adikku. (saya menulis ini sebagai hadiah untuk seluruh anggota keluarga saya, yang sebenarnya sangat jarang saya ungkapkan betapa saya sangat menyayangi mereka. terima kasih telah menyediakan tempat saya untuk berlindung dan tumbuh bahagia. keluarga)
hihi :)



0 komentar:
Posting Komentar